Blora - Letusan Kesongo yang terjadi Kamis pagi (27/8) kemarin diperiksa petugas dari ESDM, mengantisipasi adanya letusan susulan yang dapat membahayakan masyarakat sekitar, ESDM Jawa Tengah untuk sementara melarang aktifitas masyarakat di sekitar lokasi.
Kasi ESDM Kendeng Selatan Budi Setiawan mengatakan dari luasan keseluruhan area Kesongo seluas 114 hektare, namun untuk memastikan luas dampak ledakan sedang dalam pemeriksaan.
"Selain memeriksa luasan letupan, kita akan lakukan pemeriksaan kandungan lumpur, juga potensi ada tidaknya letupan berikutnya. Menurut informasi masyarakat setempat kejadian letupan besar terjadi 30 tahun lalu, setelah itu hanya letupan kecil biasa," terangnya.
Berbagai kepercayaan masyarakat setempat pun mulai santer terdengar bahkan sebagian masyarakat meyakini ada kaitannya dengan bulan Asyuro' dan penguasa pantai laut selatan.
Namun, dengan selamatnya 4 nyawa warga yang ada dilokasi masyarakat merasa bersyukur. Adapun kerbau yang terkubur antara lain, Supri 3 ekor, Sukimin 3 ekor, Parjono 3 ekor, Marno 3 ekor, Parji 3 ekor, Samin 1 ekor dan Kadis 3 ekor.
"Meski masyarakat mengalami kerugian adanya kerbau yang terkubur lumpur namun tidak ada korban jiwa dalam letupan Kesongo," pungkas warga setempat Sukarmin.
okt/red