Grobogan - Ide kreatif terkadang muncul saat situasi darurat, seperti halnya saat ini, perekonomian masyarakat menurun akibat adanya pandemi Covid 19. Mengatasi hal itu berbagai ide pun bermunculan di benak masyarakat.
Seperti yang dilakukan warga Asemrudung Geyer Grobogan, Wahyudi. Ia manfaatkan batang pisang untuk dijadikan keripik sebagai camilan ataupun lauk untuk makan.
Inisiatif tersebut muncul saat dia menikmati keripik daun bayam. Dalam benak, bayam yang memiliki rasa hambar saja, bisa menjadi nikmat saat menjadi keripik, berarti hal itu berlaku juga untuk pohon sejenisnya.
"Karena rasa batang pisang tak jauh dari bayam, maka kami mencoba membuat keripik dari batang pohon pisang, ternyata nikmat juga untuk dijadikan camilan," paparnya.
Ia mengaku, hingga saat ini keripik batang pisang miliknya belum ia pasarkan, lantaran masih terkendala pada tenaga pemasaran. "Hingga saat ini masih untuk konsumsi pribadi. Para tamu yang datang biasanya disuguhi gurihnya keripik tersebut," seru pemilik Yayasan Al Yahya Nusantara tersebut.
Wahyudi juga menjelaskan dalam mengaplikasikan idenya tersebut, ia dibantu Devi Susanti salah satu siswa BPUN Grobogan yang kebetulan ikut bantu-bantu di kediamannya.
Menurut Devi, pembuatan keripik batang pisang cukup sederhana yakni, menentukan batang pisang yang tidak sepet. Setelah dikupas bagian luar dan dalam diiris tipis sekitar 2 milimeter, kemudian direndam pada adonan yang sudah dimasuki bumbu selama kurang lebih 1 jam.
"Mengenai kegurihan rasa, racikan bumbu sangat menentukan, cara gorengnya pun dengan api sedang sehingga benar-benar matang dan renyah di lidah," terangnya.
Wahyudi berharap, kreatifitas masyarakat terus ditingkatkan, karena, hanya dengan kreatifitas, masyarakat mampu bertahan dan mampu berkembang.
(*)